Sekeha Teruna Teruni Yowana Bagasasi (STTYB) Bekasi Gelar Lomba Jegeg-Bagus Tingkat SD-SMP-SMA

Sekeha Teruna Teruni Yowana Bagasasi (STTYB) Bekasi Gelar Lomba Jegeg-Bagus Tingkat SD-SMP-SMA

Sebagai generasi muda Hindu yang rata-rata terlahir di perantauan, merasa terpanggil untuk turut serta mewujudkan ajeg Bali khususnya dalam bidang busana yang biasa dipergunakan pada setiap acara persembahyangan dan simakrama (silaturahmi sesama umat).

Lomba Jegeg-Bagus ini merupakan program kerja STTYB di tahun 2018, diselenggarakan bekerjasama dengan Pesraman dan WHDI yang menseleksi siswa & siswi mulai tingkat SD, SMP dan SMA sebagai peserta dan mendapat dukungan penuh dari Suka Duka Hindu Dharma (SDHD) Banjar Bekasi, Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota & Kabupaten serta Yayasan Tirtabhuana. Untuk penyelenggaraan ini ketua STTYB  I Made Gede Muditayasa membentuk panitia pelaksana yang dalam hal ini di komandani oleh Ranti Kartikaningrum dan didukung oleh seluruh anggota STTYB.

Peserta lomba dibatasi pada siswa & siswi Pasraman Tirta Bhuana Bekasi yang menampung peserta didik sekolah mingguan agama Hindu dilingkungan Bekasi dan sekitarnya. Acara Jegeg-Bagus ini dikemas dengan gaya anak muda dalam konteks kekinian yaitu peserta ditentukan bersama-sama dengan Pasraman, kemudian dilakukan foto setiap pasangan peserta dengan mengambil latar belakang lingkungan Pura Agung Tirta Bhuna, kemudian hasil foto-foto ini di share dan di upload di media sosial kemudian masing-masing peserta mengundang rekan, sahabat orang tua ataupun keluarga besar lainnya untuk melakukan “like” dan yang mendapatkan “liking score” tertinggi dinobatkan sebagai Juara Jegeg-Bagus ter-favorit disetiap tingkat kelas masing-masing.

Disamping itu dan yang tidak kalah menariknya adalah peserta juga didampingi mentor untuk mengenal tatanan busana Bali yang baik dan benar, diajari bagaimana berkomunikasi yang baik khususnya non verbal, bersikap sopan dan santun, berjalan dan berlenggang-lenggok diatas panggung , dan yang paling seru adalah tampil bersama diatas panggung menyanyikan lagu Putri Cening Ayu (untuk tingkat SD) dan lagu Ratu Anom untuk tingkat SMP & SMA yang nadanya sangat khas membuat acara terharu dan mengingatkan para penonton dangan tradisi khas Bali tempo dulu.

Kegiatan lomba ini dilaksanakan dalam dua tahap yaitu untuk tahap pertama tingkat SD dilaksanakan pada hari minggu tangal 14 Oktober 2018. Acara pembukaan diawali dengan tari panyembrahma yang diiringi oleh Sekehe Gong Gita Bhuana Bekasi, pembacaan Sloka Bhagawad Gita kemudian sambutan pembukaan dilakukan oleh Ketua Banjar SDHD Bekasi Bapak Gede Dharma Yusa yang menyampaikan bahwa Banjar selalu siap mendukung kreatifitas anak-anak muda di Bekasi, sedangkan dari PHDI Bekasi disampaikan langsung oleh ketua PHDI Kota bekasi Bapak Gusti Made Rudita dan mengingatkan bahwa agama dan tradisi itu harus sejalan dan dari yayasan Tirta Bhuana disampaikan oleh Bapak Made Sandiyasa dengan pesannya agar kegiatan ini dilakukan secara berkesinambungan.

Acara dilanjutkan dengan tampil bersama dengan diiringi lagu Putri Cening Ayu membuat para penonton terharu melihat putra putrinya tampil ceria bersama-sama teman sebayanya. Dukungan penonton cukup banyak dan meriah karena acaranya bertepatan dengan Bazaar Kuliner ibu-ibu WHDI. Kemudian masuk pada acara puncak yaitu mulai pasang demi pasang menampilkan kebolehannya berjalan diatas panggung dan dinilai oleh 4 orang juri yaitu Bapak Kompyang Raka dari sanggar tari Bali Saraswati, Ibu Putu Sariyani Dewi dari sanggar Rias, Ibu Nyoman Sudiani dari Pasraman dan Made Rosalita dari STTYB.

Untuk kegiatan lomba Jegeg-Bagus tahap kedua dilaksanakan pada hari minggu tangal 21 Oktober 2018 yang diawali dengan doa bersama, pembacaan Sloka Bhagawad Gita,  kemudian dilanjutkan dengan tampil bersama  dengan diiringi lagu Ratu Anom (Gusti Ngurah Alit jambe Pamecutan), para peserta tampil dengan penuh semangat dan gembira karena koreonya dibuat berpasangan pemuda dan pemudi sambil mejangeran sehingga acara menjadi  gemuruh  penuh tawa ceria ditambah lagi dukungan penonton yang cukup banyak karena bertepatan dengan ngayah umum untuk persiapan Pujawali di Pura Agung Tirta Bhuana.  Kemudian sampai pada acara puncak yaitu menampilkan kebolehan pasang-demi pasangan berjalan berlenggak lenggok  diatas panggung dan dinilai oleh 3 orang juri yaitu Ibu Putu Laura dari WHDI, bapak Made Mahardika dari Yayasan Tirta Bhuana dan bapak I Wayan Niturantara dari PHDI Kota bekasi.

Untuk penampilan tingkt SMA ini agak berbeda dengan tingkat SD karena adanya pemilihan pertanyaan pada fish bowl oleh peserta dan pertanyan dibacakan oleh MC kemudian dijawab oleh peserta.  Pada lomba tingkat SMA ini ada empat unsur yang menjadi dasar penilaian lomba yaitu Wiraga (keserasian gerak tubuh termasuk dengan pasangan), Wirasa (penjiwaan dalam berjalan), keserasian busana (diri sendiri dan pasangan)  dan Widjnana yang merupakan kemapuan intelektual terhadap sastra dan ajaran agama Hindu yang tentunya soal-soal sudah disesuaikan dengan mata pelajaran agama yang sudah diterimanya di kelas saat belajar agama pada setiap hari minggu.

Dalam setiap perlombaan yang paling ditungu-tunggu adalah penobatan sebagai pemenang. Setiap tingkat SD (kelas 1 – 6), tingkat SMP (kelas 1 – 3) dan SMA (kelas 1 – 3) disetiap tingkatan kelas dipilih 3 juara yaitu juara 1,2 dan 3 tetapi yang mendapat kehormatan dikalungkan selendang Jegeg-Bagus hanya juara satu saja.  Untuk Juara terfavorit yang dipilih dari banyaknya jumlah like pada media sosial hanya diambil satu pasang pada setiap tingkat SD, SMP & SMA dan mendapat kehormatan dikalungkan selendang Jegeg-Bagus terfavorit sedangkan untuk piala dan sertifikat akan diserahkan pada saat piodalan dan semua peserta mendapatkan sertifikat.

 

 

Mengacu pada filosifi Hindu bahwa menyandingkan Jegeg-Bagus ini identik dengan menyandingkan Dewi Ratih sebagai symbol kecantikan seorang wanita sejati dan Sang Hyang Semara sebagai ketampanan seorang pria sejati yang bila saatnya telah tiba akan membentuk bahtera kehidupan baru dalam bentuk rumah tangga (Grehasta) menuju Jagadhita ya ca iti dharma ………………… Swaha.

 

Ditulis oleh: I Wayan Niturantara

 

error: Content is protected !!